Itulah Hidup

*MENYEDIHKAN, ITULAH HIDUP*
Suatu ketika, seorang petani miskin terbingung-bingung  menerima kenyataan karena kudanya telah mati semalam. “Menyedihkan sekali,” tetangganya berkata.  “Bagaimana kamu akan mengolah tanah yang keras ini tanpa kudamu?”  tanya  tetangganya. “Itulah hidup,” sahut petani kepada tetangganya.
*MENYENANGKAN, ITULAH HIDUP*
Kemudian,  seorang juragan yang kaya raya dari desa lain mendengar kabar tentang kuda itu.  Juragan itu pun jatuh kasihan dan menghadiahi si petani dengan seekor kuda yang baru. “Menyenangkan sekali!” kata tetangganya tadi. Sekali lagi, si petani hanya berkata, “itulah hidup.”
*MENYEDIHKAN,  ITULAH HIDUP*
Suatu malam  dua bulan kemudian, karena ketakutan saat terjadi hujan badai yang disertai  petir dan angin kencang, kuda itu melompati pagar dan melarikan diri ke gunung.  Sekali lagi, si petani harus kehilangan kudanya. Tetangganya mengomentari lagi,  “Menyedihkan sekali, sekarang bagaimana?” Petani itu berkata pendek,  “itulah hidup.”
*MENYENANGKAN,  ITULAH HIDUP*
Kurang dari  tiga bulan kemudian, dengan mengejutkan orang sedesa, kuda itu kembali lagi ke  kandang si petani. Hanya saja, kuda itu tidak kembali sendirian, melainkan  datang bersama dengan seekor kuda lain yang terlihat begitu gagah. Sekarang  petani itu punya dua kuda!  Kini, si  petani dapat memanfaatkan satu kuda dan anaknya memanfaatkan kuda yang lain.  Keluarga petani itu bisa panen dengan hasil dua kali lipat lebih banyak dari  pada panen sebelumnya. Tetangga petani itu benar-benar tercengang dengan  keberuntungannya. “Menyenangkan sekali!” komentarnya seperti biasa.  Dan lagi-lagi: “Itulah hidup.”
*MENYEDIHKAN,  ITULAH HIDUP*
Musim  dingin segera tiba. Para petani tak lagi bisa mengolah tanah yang dingin dan  membeku.  Anak petani  berpikir, itu adalah saat yang tepat untuk menunggangi kudanya berkeliling  desa. Anak petani itu pun menaiki kudanya. Tapi sayangnya, ia tak cukup  kuat dan pandai menunggangi kuda yang gagah dan perkasa. Ia terlempar jatuh,  terluka, dan mengalami patah di kakinya. Tetangga petani itu berkomentar,  “menyedihkan sekali!”. “Sekarang anakmu cacat”, tambahnya lagi. Petani itu menjawab,  “itulah hidup.”
*MENYENANGKAN,  ITULAH HIDUP*
Saat musim  semi tiba, datanglah seorang perwira militer ke desa itu. Dia mengambil semua  pemuda yang sehat raganya, untuk ikut berperang di provinsi tetangga.  Akibatnya, hampir semua pemuda dari desa itu tewas dalam peperangan.  Tetangga  petani itu berujar lagi, “alangkah beruntungnya anakmu yang cacat itu. Ia  tetap selamat bersamamu.” Petani itu berterimakasih kepada tetangganya,  kemudian ia berkata “itulah hidup.”
*MENYEDIHKAN, ITULAH HIDUP*
Suatu ketika, seorang petani miskin terbingung-bingungmenerima kenyataan karena kudanya telah mati semalam. “Menyedihkan sekali,” tetangganya berkata.”Bagaimana kamu akan mengolah tanah yang keras ini tanpa kudamu?” tanya tetangganya. “Itulah hidup,” sahut petani kepada tetangganya.
*MENYENANGKAN, ITULAH HIDUP*
Kemudian,seorang juragan yang kaya raya dari desa lain mendengar kabar tentang kuda itu.Juragan itu pun jatuh kasihan dan menghadiahi si petani dengan seekor kuda yang baru. “Menyenangkan sekali!” kata tetangganya tadi. Sekali lagi, si petani hanya berkata, “itulah hidup.”
*MENYEDIHKAN,ITULAH HIDUP*
Suatu malamdua bulan kemudian, karena ketakutan saat terjadi hujan badai yang disertaipetir dan angin kencang, kuda itu melompati pagar dan melarikan diri ke gunung.Sekali lagi, si petani harus kehilangan kudanya. Tetangganya mengomentari lagi,”Menyedihkan sekali, sekarang bagaimana?” Petani itu berkata pendek,”itulah hidup.”
*MENYENANGKAN,ITULAH HIDUP*
Kurang daritiga bulan kemudian, dengan mengejutkan orang sedesa, kuda itu kembali lagi kekandang si petani. Hanya saja, kuda itu tidak kembali sendirian, melainkandatang bersama dengan seekor kuda lain yang terlihat begitu gagah. Sekarangpetani itu punya dua kuda!
Kini, sipetani dapat memanfaatkan satu kuda dan anaknya memanfaatkan kuda yang lain.Keluarga petani itu bisa panen dengan hasil dua kali lipat lebih banyak daripada panen sebelumnya. Tetangga petani itu benar-benar tercengang dengankeberuntungannya. “Menyenangkan sekali!” komentarnya seperti biasa.Dan lagi-lagi: “Itulah hidup.”
*MENYEDIHKAN,ITULAH HIDUP*
Musimdingin segera tiba. Para petani tak lagi bisa mengolah tanah yang dingin danmembeku. Anak petaniberpikir, itu adalah saat yang tepat untuk menunggangi kudanya berkelilingdesa. Anak petani itu pun menaiki kudanya. Tapi sayangnya, ia tak cukupkuat dan pandai menunggangi kuda yang gagah dan perkasa. Ia terlempar jatuh,terluka, dan mengalami patah di kakinya. Tetangga petani itu berkomentar,”menyedihkan sekali!”. “Sekarang anakmu cacat”, tambahnya lagi. Petani itu menjawab,”itulah hidup.”
*MENYENANGKAN,ITULAH HIDUP*
Saat musim semi tiba, datanglah seorang perwira militer ke desa itu. Dia mengambil semuapemuda yang sehat raganya, untuk ikut berperang di provinsi tetangga.Akibatnya, hampir semua pemuda dari desa itu tewas dalam peperangan. Tetangga petani itu berujar lagi, “alangkah beruntungnya anakmu yang cacat itu. Iatetap selamat bersamamu.” Petani itu berterimakasih kepada tetangganya,kemudian ia berkata “itulah hidup.”

~ oleh Raziel pada April 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: