Yang Terbaik Untukku

Di suatu negeri tinggallah seorang raja; sang raja

tersebut ternyata mempunyai sahabat karib. Ke manapun raja pergi, sang sahabat
terus menemani. Sang sahabat raja ini mempunyai akhlaq yang mulia. Dia
senantiasa bersyukur pada Alllah swt atas apa yang diberikan padanya; termasuk
keadaan yang dianggap sebagian besar orang tidak baik.”Inilah yang terbaik
yang Allah swt berikan untukku.” kata-kata inilah yang senantiasa
diucapkannya.

Suatu ketika raja pergi berburu, tentu saja
sahabat raja tersebut diajak serta. “Dor… dor…. dor….!!!”
Tangan sang raja terluka akibat tembakannya sendiri. “Inilah yang terbaik
yang Allah swt berikan untumu wahai raja.” komentar sang sahabat ketika
melihat tangan raja terluka.Tak diragukan lagi, raja marah atas komentar yang
diberikan sahabatnya tersebut. Sebagai hukuman maka sahabat raja tadi
dimasukkan ke penjara.

Hari demi hari berlalu, luka di jari raja akibat
“kecelakaan” pun sembuh. Sang raja kembali pergi berburu, tetapi kini
tanpa sahabat yang selalu setia menemani. Tapi di tengah perjalanan, raja dan
pasukannya dihadang oleh suku yang suka memakan daging manusia alias kanibal.
Semua yang pergi berburu ditangkap dan dibawa ke tempat suku kanibal tersebut,
kecuali satu orang: sang raja.

Ternyata suku kanibal tadi cukup selektif untuk
memilih “mangsanya”. Mereka hanya mau jika calon mangsa tidak punya
cacat sama sekali. Sang raja “diselamatkan” olah cacat di jarinya.
“Sungguh benar perkataan sahabatku, luka ini adalah yang terbaik yang
diberikan Allah swt untukku.” tanpa pikir panjang raja tersebut segera
pulang ke istana untuk membebaskan sahabatnya.

Sesampainya di istana, raja segera pergi ke
penjara tempat sahabatnya ditahan. Raja menceritakan pengalaman berburunya
kepada sahabatnya itu dan meminta maaf atas tindakan memenjarakan dirinya.
Tetapi sahabat raja malah berkata, “Sungguh inilah yang terbaik yang
diberikan Allah swt untukku. Jika saja angkau tidak memenjarakanku niscaya aku
akan turut dibawa dan dimangsa.”

~ oleh Raziel pada April 13, 2010.

2 Tanggapan to “Yang Terbaik Untukku”

  1. Apakah kisah diatas adalah kisah nyata?

    Jika kisah diatas adalah bukan kisah nyata,maka, dalam islam tidak boleh membuat cerita-cerita seperti diatas, karena itu digolongkan dengan berdusta, walaupun misalkan isinya mengajak kepada kebenaran…

    sudah cukup banyak kisah-kisah nyata yang bisa diambil hikmahnya untuk manusia,…

    Seperti yang ada di blog saya, silahkan bisa baca disini:
    http://aslibumiayu.wordpress.com/category/baca-kisah/

    • kisah nyata atau bukan yg penting silahkan diambil hikmahnya,kisah bukan nyata dikategorikan fiksi,tidak ada larangan dalam membuat fiksi,film2 yg ada pun kebanyakan saat ini fiksi dari buku yg laris,seperti KCB dan ayat2 cinta

      pun demikian jika menurut anda begitu silahkan dipraktekkan untuk diri sendiri,karena kebenaran hakiki itu hanya milik Allah,jadi sayapun takkan memaksakan pemikiran saya ini kepada siapapun

      wallahualam

      salam takzim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: