Manusia yang Menyukai Neraka

*Manusia yang Menyukai Neraka*

*Oleh: Prof Dr Ali Mustafa Yaqub*

Ketua sebuah pengajian meminta maaf kepada penceramah karena jamaah yang
hadir dalam pengajian tersebut tidak banyak. Ia semula mengharapkan agar
jamaah yang datang dapat mencapai ribuan orang, tetapi ternyata hanya
ratusan orang. Ia khawatir apabila penceramah kecewa dengan jumlah yang
sedikit itu.

Apa komentar penceramah tersebut? Ia justru bersyukur dan tidak merasa
kecewa. Katanya, ”Memang calon penghuni surga itu jumlahnya lebih sedikit
dibandingkan calon penghuni neraka.” Ia pernah membaca koran bahwa di Ancol
diadakan pagelaran maksiat. Yang hadir dalam pesta kemungkaran itu mencapai
700 ribu orang. Kendati pesta itu dimulai jam delapan malam, pengunjung
sudah mulai datang sejak jam satu siang.

Penceramah kemudian bertanya kepada para hadirin, ”Apakah ada pengajian
yang dihadiri oleh 700 ribu orang?” Hadirin pun serentak menjawab, ”Tidak
ada.” Ia kemudian bertanya lagi, ”Apakah ada pengajian yang dimulai jam
delapan malam, tetapi jamaahnya sudah datang jam satu siang?” Hadirin
kembali serentak menjawab, ”Tidak ada.” Penceramah kemudian berkata,
”Itulah maksiat, dan inilah pengajian. Kalau ada pengajian dihadiri oleh
ratusan ribu orang, boleh jadi pengajian itu bermasalah.’ ‘

Ia juga mencontohkan dakwah Nabi Nuh AS. Beliau berdakwah selama hampir
seribu tahun, tetapi pengikut beliau hanya 40 orang. ”Karena itu, kalau
yang datang di pengajian ini mencapai ratusan orang, itu sungguh sudah
bagus. Dan, begitulah calon-calon penghuni surga,” tambahnya.

Lebih jauh, ustaz yang masih muda itu menyampaikan sebuah hadis tentang apa
yang akan terjadi pada hari kiamat. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh
Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa nanti pada hari kiamat, Nabi
Adam AS akan dipanggil oleh Allah SWT. Beliau diperintahkan oleh Allah SWT
untuk memisahkan anak-cucunya, mana yang akan masuk surga dan mana yang akan
masuk neraka. ”Ternyata,’ ‘ kata Nabi Muhammad SAW selanjutnya, ”Dari
seribu anak-cucu Adam, 999 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan) masuk
neraka, dan hanya satu yang masuk surga.”

Ia kemudian mengajak jamaah untuk mengamati perilaku manusia setiap hari.
”Coba kita amati kehidupan manusia sehari-hari. Kita lihat mereka di pasar,
pusat perbelanjaan modern atau mal, televisi, dan di mana saja. Ternyata
lebih banyak yang senang bermaksiat daripada yang taat kepada Allah SWT.
Orang bohong, penipu, ada di mana-mana, sementara yang shalat di masjid
sepi-sepi saja. Ternyata manusia itu lebih menyukai neraka daripada surga.”

Sumber: republika

~ oleh Raziel pada April 14, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: