Apa Artinya Amal Tanpa Keikhlasan

*Apa Artinya Amal Tanpa Keikhlasan*

* *

*Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany – Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany, hari
Selasa bulan Sya’ban tahun 545 H di Madrasahnya* . Belajarlah, lalu amalkan,
dan ikhlaslah dalam beramal, hingga anda bisa tajrid (menepiskan) makhluk
dari hatimu. “Katakankan: “Allah”. Lalu tinggalkan mereka dalam
kesesatanannya mereka bermain.” (Al-An’aam: 91)

Seperti ungkapan Nabi Ibrahim as: “Sesunggunya mereka itu musuh bagiku,
kecuali Tuhan semesta alam.” (QS. Asy-Syu’ara’: 77)

Hindari makhluk (dari hatimu) dan singkirkan mereka sepanjang mereka
membuatmu berbahaya. Bila tauhidmu sudah benar dan kotoran syirik keluar
dari hatimu, baru anda bergaul dengan mereka dan memberikan manfaat pada
mereka melalui pengetahuan dan petunjuk menuju Pintu Tuhan mereka Azza
wa-Jalla.

“Kematian” diri seorang Ulama’ Khos adalah mati dari totalitas makhluk
Allah, yaitu kematian hasrat dan ikhtiarnya sendiri. Jika seseorang benar
dalam kematian ini, benar pula hidupnya yang abadi bersama Allah Azza
wa-Jalla. Maka pada saat itlah anda merasakan betapa kematian lahiriyah
hanya sejenak belaka, seperti ketaksadaran dalam tidur, lalu bangun.

Bila anda ingin meraih kematian ini, anda harus meraih inti ma’rifat dan
taqarrub serta tidur di hamparan Al-Haq Azza wa-Jalla, hingga dirimu diraih
oleh Tangan Rahmat dan Anugerah, lalu anda hidup dalam keabadian. Karena
nafsu butuh makanan, qalbu juga butuh makanan, begitu pula rahasia qalbu
juga butuh makanan. Di sinilah Nabi saw, bersabda: “Aku sebenarnya
berlindung pada Tuhanku, lalu Dia memberi makan dan minum kepadaku.” (HR.
Ahmad)

Yakni makanan rahasia maknawi, yang dimakan oleh ruhku yang ruhani, lalu Dia
memberi konsumsi dengan makanan yang spesial padaku.

Pada awalnya menanjak dengan lahiriyahnya dan qalbunya, setelah itu
lahiriyahnya terhadang dan hatinya yang menanjak serta rahasia hatinya, baru
beliau hadir di tengah publik manusia. Begitu pula para pewaris Nabi saw,
yang secara hakiki memadukan antara ilmu, amal, keikhlasan dan pendidikan
terhadap makhluk.

Wahai kaum Sufi, makanlah dan minumlah dari sisa-sisa mereka…! Wahai orang
yang mengaku berpengetahuan. Apa artinya pengetahuan tanpa amaliah, dan apa
artinya amal tanpa keikhlasan, karena amal tanpa ikhlas ibarat jasad tanpa
ruh.

Tanda keikhlasan anda, manakala anda tidak menengok lagi pada pujian
makhluk, juga tidak terpengaruh oleh cacian mereka, bahkan tidak berharap
pada jasa makhluk. Bahkan anda melakukannya demi menegakkan Hak Ketuhanan.
Anda beramal bagi Sang Pemberi nikmat, bukan demi nikmatNya. Hanya bagi Sang
Pemilik, bukan pada milikNya. Bagi Yang Haq, bukan pada yang batil.

Apa yang ada di sisi makhluk hanyalah kulit, sedangkan isinya ada pada Tuhan
Azza wa-Jalla. Jika kejujuran hatimu dan ikhlasmu benar bagiNya, dan wukufmu
di hadapan Rabb benar, Allah memberi konsumsi dirimu dari minyaknya isi
tersebut. Dan anda diperlihatkan isi sejati, dan rahasianya rahasia,
maknanya makna, maka saat itulah anda lepas dari segala hal selain Allah
swt.

Lepas telanjang hanya di hati bukan di fisik. Zuhud itu bagi hati, bukan
jasad. Berpaling itu hanya pada batin, bukan pada dzohir. Memandang itu pada
makna-maknanya bukan pada kerangkanya. Memandnag itu pada Al-Haq Azza
wa-Jalla, bukan pada makhluk. Yang urgen adalah bagaimana anda bersama
Allah bukan bersama makhluk. Maka akhirat dan dunia sirna, lalu tanpa dunia
dan tanpa akhirat. Tak ada selain Dia Azza wa-Jalla.

Maka, para pecinta menikmati kecintaannya bersama Allah Azza wa-Jalla,
mereka adalah kalangan terpilih dari makhlukNya, disebabkan cobaan yang
menimpa mereka secara fisik. Orang-orang syuhada’ adalah orang yang mati
berperang akibat pedang orang kafir, dimana cobaan fisik menimpa mereka.
Bagaimana dengan Syuhada’ yang mati karena pedang-pedang cinta?

*KH. Muhammad Luqman Hakim*

~ oleh Raziel pada Mei 4, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: