Temuan Ilmiah: Wanita Berbusana Minim Terlihat Bukan Manusia

Temuan Ilmiah: Wanita Berbusana Minim Terlihat Bukan Manusia

Thursday, 30 April 2009 13:16

Pakar AS meneliti pria yang melihat wanita berbusana seronok. Hasilnya,
wanita terbayang bukan manusia

Hidayatullah. com–Masih perlukah aturan khusus berpakaian atau menutup
aurat contoh dari MRIbagi pria dan wanita di zaman semodern dan sebebas
seperti sekarang ini? Tampaknya temuan ilmiah terbaru memberikan masukan
penting guna menjawab pertanyaan tersebut.

Temuan ilmiah terkini menghasilkan penjelasan mengejutkan seputar wanita
berpakaian hampir telanjang yang dilihat oleh kaum pria. Dalam otak lelaki
yang memandangnya, gambaran kaum hawa berbikini, yang mengenakan baju
mandi nyaris telanjang, dikenali bukan lagi sebagai manusia. Tapi mereka
dianggap sebagai barang atau benda untuk dipergunakan. Demikian hasil
kajian ilmiah terkini tentang perilaku kaum pria.

Penelitian ini didasarkan pada pengamatan citra atau gambaran otak dengan
menggunakan teknik “MRI brain scan”, yakni pemindaian otak
melalui pencitraan resonansi magnetis. Ketika otak kaum lelaki yang sedang
memandang gambar-gambar wanita nyaris tak berbusana dipindai, maka bagian
otak tertentu ditemukan menyala terang. Bagian otak ini berhubungan dengan
kegiatan menggunakan alat atau perkakas, misalnya obeng.

Wanita tidak berotak

“Saya tidak berkata bahwa mereka secara harafiah berpikir, foto-foto
wanita ini adalah foto-foto perkakas dalam arti sesungguhnya, atau
foto-foto bukan-manusia, tapi apa yang dimungkinkan oleh data pencitraan
otak ini adalah, kita melihatnya sebagai kiasan ilmiah. Yakni, mereka
memberikan tanggapan terhadap foto-foto ini, sebagaimana orang memberikan
tanggapan terhadap barang,” papar Fiske, yang menyabet gelar PhD dari
Harvard University di tahun 1978.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan redaksi hidayatullah. com,
temuan ini juga mengungkap bahwa kaum pria lebih cenderung mengaitkan
gambar-gambar perangsang birahi itu dengan kata-kata kerja orang pertama,
seperti “Saya dorong, saya dekap, saya pegang.” Yang
mengejutkan, sebagian lelaki yang diteliti tampak tidak menampakkan
aktivitas pada bagian otak,yang biasanya memperlihatkan tanggapan ketika
seseorang memikirkan maksud orang lain yang dilihatnya.

Apa arti temuan ini? Ini maknanya bahwa para lelaki tersebut memandang
wanita itu sebagai sesuatu yang membangkitkan nafsu birahi, tapi mereka
tidak mempedulikan apa yang ada dalam pikiran wanita itu. Hal ini sungguh
aneh karena hampir tak pernah terjadi. Demikian dituturkan Susan Fiske,
profesor psikologi di Princeton University, AS. Laporan ini disampaikan di
Chicago baru-baru ini dalam rangka pertemuan tahunan lembaga ilmiah
bergengsi AS, American Association for the Advancement of Science.

Fiske dan rekan-rekannya melibatkan 21 pria bukan homoseksual dalam
penelitiannya. Setelah diberi sejumlah pertanyaan tertentu untuk dijawab,
mereka lantas dipertontonkan gambar-gambar pria dan wanita, baik yang
berpakaian minim maupun berbusana penuh. Hasilnya, sebagian besar mereka
memiliki daya ingat paling kuat terhadap foto-foto wanita yang berbikini,
alias nyaris tanpa busana, meski wanita dalam foto-foto itu tanpa kepala,
dan mereka melihatnya hanya selama seperlima detik.

“…daya ingat ini terkait dengan pengaktifan pada bagian otak pra-motor,
yang memiliki kehendak bertindak terhadap sesuatu. Jadi seolah mereka
dengan seketika berpikir bagaimana mereka bisa memperlakukan tubuh-tubuh
ini,” ujar Fiske.

Bukan manusia

Secara khusus lagi, terdapat temuan menarik pada kaum pria yang memiliki
kecenderungan tinggi berpraduga tertentu terhadap kaum hawa – yakni bahwa
wanita menguasai dan menjarah wilayah kaum pria. Pada otak jenis pria yang
berpandangan seperti ini, tidak didapati bukti aktivitas otak yang
memperlihatkan bahwa mereka melihat wanita nyaris telanjang sebagai
manusia yang memiliki pikiran dan kehendak.

“Mereka bereaksi terhadap wanita-wanita ini seolah mereka (wanita itu)
bukan sepenuhnya manusia,” tutur Fiske.

Hasil kajian ini masih dalam tahap awal. Fiske berniat meneruskan
penelitiannya itu dengan melibatkan jumlah orang yang lebih besar.

Meskipun begitu Fiske menyimpulkan, “…temuan-temuan ini semuanya cocok
dengan pendapat bahwa mereka menanggapi foto-foto ini seperti mereka
memberikan tanggapan terhadap barang (benda) dan bukan terhadap manusia
yang memiliki kehendak (kuasa) mandiri.” [ah/ng/sciam/ guardian/
http://www.hidayatullah .com]

Sumber:

1). Christine Dell’Amore (2009) “Bikinis Make Men See Women as
Objects, Scans Confirm” , National Geographic News, 16 Feb. 2009. (
http://news. nationalgeograph ic.com/news/ 2009/02/090216- bikinis-women-
men-objects. html , dikunjungi pada 25 April 2009)

2). Christie Nicholson (2009) “Women as Sex Objects”,
Scientific American, 17 Feb. 2009. ( http://www.sciam. com/podcast/
episode.cfm?- A506-BB88- CE97C91970A5C9A8 , dikunjungi pada 25
April 2009)

3). Ian Sample (2009) “Sex objects: Pictures shift men’s view of
women” , The Guardian, 16 Feb. 2009. ( http://www.guardian
.co.uk/science/ 2009/feb/ 16/sex-object- photograph , dikunjungi pada 25
April 2009)

4). Susan Fiske, Department of Psychology, Princeton University. (
http://weblamp. princeton. edu/~psych/ psychology/ research/ fiske/index.
php , dikunjungi pada 25 April 2009).

http://www.hidayatullah.com/ index.php? option=com_ content&view=
article&id= 9231:temuan- ilmiah-wanita- berbusana- minim-terlihat-
bukan-manusia- &catid=103: iptek&Itemid= 56

~ oleh Raziel pada Juni 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: